Etape di 2000 awal, banyak aktivis muslim yang berputar-putar di pemikiran. Itu diskusinya bisa 3 hari, tapi rakyat lapar saja terus. Gak ada solusinya. Debat di masjid, tidak ada solusi. Nah, Munzalan berbeda. Yang saya lihat adalah koq bisa semuanya masuk. Ini poin nomor dua. Coba antum cek, GIB bisa masuk ke seluruh pondok. Ke NU masuk. Disupport Infaq Beras. Di Jogja, pesantren Muhammadiyah kita support. Kalau gerakan trans nasional misalnya, JT disupport, salafi disupport, HTI. Yang tidak mungkin hanya Syi’ah saja. Saya baru menemukan gerakan yang bisa masuk lintas gerakan. Jadi kalau kita bicarakan persatuan umat, semuanya bersatu di beras. Di perut.
Menurut saya ini teorema yang positif dalam gerakan infaq beras. Yang pertama, ia fokus ke karya, kedua dia lintas gerakan. Dan ketiga, dia mengalirkan potensi besar pada masyarakat. Kita menjadi saksi Gerakan Sedekah Akbar.
