Ada juga Masjid Al-Ghazali di Gorontalo. Dan mereka kemudian mendirikan Dzuhur Berkah dan membuat makanan untuk anak-anak yatim. Kasih makan jamaah, berbuat-berbuat. Antum bisa bayangkan, orang ngintip saja pencapaiannya bisa seperti apa yang Munzalan capai pelan-pelan. Kita bertanggung jawab atas hadits Rasulullah, ruhul jadid setiap 100 tahunan. Ketika saya ditanya, Ren, ormas apa yang bisa menjawab pergerakan yang begini-begini. Kalau gerakan yang sudah ada, itu melawan kolonialisme, perlawanan-perlawanan. Sedangkan, hari ini kita di masa 4.0. Semua aktivis mencari format itu, maka kita harus serius di Munzalan.
Antum bisa bayangkan, 1juta titik masjid di Indonesia. Berapa masjid yang mau kita gerakkan. Kita harus siap jadi slide hidup. Ada yang datang, tunjukkan Baitulmaal, ini masjidnya, ini rumah sehatnya, ini TK, SD. Ini peradaban masyaallah tabarakallah, biarkan umat melihat secara riil. Dan ini harakah dakwah yang riil. Tidak akan mendapatkan hasil yang berbeda dengan pola aktivitas yang sama.
