Di Indonesia, yang buta huruf Al-Qur’an masih 60% data dari Fatih Karim. Masih banyak. Masalah kita ini besar-besar, maka fokus pada itu. Antum berumah tangga, atap bocor. Air masuk. Antum bahas atap atau makanan kurang garam? Maka dari itu, jamaah sekalian. Saya sudah 30 menit bicara. Maka sebagai orang luar yang dikompori oleh Kyai Luqman, inilah yang dicari oleh umat. Da’i yang menyelesaikan masalah umat, bukan yang berfokus pada dirinya sendiri. Kita butuh da’i yang 100% memikirkan umat yang tidak bisa sekolah, tidak bisa makan.
Antum bisa bayangkan bangunan di Munzalan dari wakaf, bukan dari SPP, bukan dari iuran santri. Yang kita pikirkan adalah bagaimana menyejahterakan guru-gurunya. Afwan, Masjid Kapal Munzalan ini bahkan sampai memikirkan pembalut untuk wanita ini loh. Hadiah untuk muslimah. Bayangkan, dimana antum wahai muslimin. Berhenti kita bertengkar, mari kita bekerja untuk umat ini kerja-kerja yang konkrit. Mudah-mudahan Allah kasih kita umur yang panjang dan dimensi karya yang panjang. Semoga Allah berikan kita kemudahan untuk beramal. Demikian yang bisa saya sampaikan.
USTADZ LUQMANULHAKIM (6.12)
