Antum mati-matian mikirkan omongan orang, itu BODOH. Kita yang dikubur dihisab oleh Allah dalam kubur. Harta yang kita punya, jadi milik orang lain. Sertifikat antum yang bertumpuk-tumpuk, akan dihisab oleh Allah. Harta yang antum pamerkan itu, kalaupun halal, ia akan dihisab oleh Allah. Kalau haram, ia akan diazab. Maka Rasulullah, para sahabat mengajarkan ada peradaban yang bisa membuat antum selamat dunia akhirat. Wakaf, infaq, sedekah.
Abang kakak yang dirahmati Allah, kenapa orang itu berdebat? Karena lapar, mencari eksistensi. Tolong antum carikan mana kuburan yang ada tulisan gelar Profesor doktor di situ. Hanya ada nama, tanggal lahir, tanggal mati. Kenapa sih ada orang yang berdebat? Nah, kata Qur’an karena dengki, iri. Munzalan kecil banyak yang benci, Munzalan besar banyak lagi yang benci. Kita ini nothing, tangan kita hitam, ngape kita beramal sholeh, untuk nebus dose. Ngape kita semua melakukan hal-hal itu, untuk nebus dose. Merase hine, merase banyak dose, itu yang membuat kita terus bergerak. Sampai mati. Kapan kita istirahat, sampai dibungkus kafan. Itu pun kalau dapat rezeki. Kalau dapat azab, sampai kiamat kita tidak ada istirahat.
