Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…
Apa yang ada di hati saya diwakili gitu. Saya tidak bisa cerita apa yang kita lakukan, karena kita pun baru mulai. Saya mau menyampaikan dua ayat yang bagi saya sangat penting. Dua ayat ini bukan untuk curhat, bukan untuk menjudge orang lain, tapi untuk menguatkan teman-teman yang beramal sholeh. Kalau antum ketemu ini, biase jak. Tak boleh putus asa. Kalau antum ketemu ini, antum bilang berarti Qur’an ini sangat mendengar. Qadarullah Kang Rendi membicarakan ayat ini dan sudah sampai duluan. Silahkan teman-teman buka QS Ali Imran 3: 19.
اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ - ١٩
Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (QS. Ali Imran 3: 19)
Di Masjid ini, kalau Amir, Zuhdi, Yadi yang imam subuh ini qunut. Kalau Tholib, gak qunut padahal satu sekelangkong. Justru aneh kalau di masjid ini debatnya pada seputar qunut.
