Community

“Kita Baru Mulai”

“Kita Baru Mulai”

Lihat ayat ini teman-teman. Banyak orang berdebat, banyak bacot karena banyak ilmu. Marah-‎marah, berdebat, berkelahi, saling tunjuk. Kalau Kak Iya, Fayad, Fatih bekelai saya tau ‎masalahnya. Lapar. Nah, umat ini juga begitu. Lapar perutnya atau lapar eksistensi. Minta ‎follower, minta dihargai. Kalau minta hargai berarti die? Tidak berharga. Masak orang kaya ‎sedekahnya 20ribu? Antum harusnya sedekah 20ribu perdetik. Sombong pada orang sombong ‎sedekah. Kalau 2017 boleh saya nunduk, sekarang gak bisa. Gebrak die, antum udah buat ape ‎untuk umat ini. Nangis die, curhat.‎

Cobalah tengok dunie tuh. Sampah sekali. Masak antum berjuang mati-matian untuk dunie tuh. ‎Jangan antum jadi penyembah berhala. Begitu kita mati itu, orang yang kenal kita sekilas itu, ‎hanya bisa bilang kasian. Terus nama antum sebagai CEO, pendiri ini, pendiri itu, orang pasti ‎mencari siapa penggantinye. Orang-orang yang dekat sama kita, nangislah. Istri nangis. Tapi ‎teman-teman, dari sekian banyak yang nangis itu, paling 3 hari, 4 hari. Setelah itu memikirkan ‎yang lain.‎

Baca Juga:Hijau dan Biru