Kalau antum ada masalah, antum ngomong. Pembalut muslimah jak kita pikirkan, masak antum santri gak punya rumah gak kita pikirkan. Antum bicara ke Tok Ya, mana pernah bilang tidak. Maka namanya Tok Ya. Kalau ada masalah, kita pikirkan sama-sama. Kita kan tidak boleh berharap selain sama Allah jak. Tidak boleh takut selain kepada Allah. Kalau antum sering berdebat, kita akan lemah. Koq kebatilan merajalela, karena kita merasa pintar. Tafsyal, penyakit pertama dari berdebat itu. Sudahlah gentar, kehilangan ruh. Megang pedang, tapi bergetar. Megang kamera tak punya hati. Jadi posting sesuatu tidak punya ruh. Ulang kata-kata saya, sesuatu yang dari hati, akan sampai ke hati. Ngomongnya dari hati, itu masuk ke orang-orang.
Baca Juga:Sunrise Teluk Batam
