Lalu apakah kaitannya hal itu dengan keberadaan Sultan Hamid II yang berjasa bagi negara ini jauh sebelumnya atau di masa awal lahirnya Republik Indonesia ini? Mari kita renungkan dengan keilahian yang hadir di dasar hati paling dalam atau qalbu kita. Itu semua adalah kode alam. Kode dari Sang Maha Kuasa, dalam sila pertama berlambang bintang bersudut lima ‘nur-cahaya’, Ketuhanan Yang Maha Esa.
Bukankah kemerdekaan bangsa ini berkat Tuhan Yang Maha Esa? Artinya, kita rakyat Indonesia harus percaya kepada pesan yang disampaikan oleh sang pencipta alam semesta ini. Ingat sila-sila Pancasila mengingatkan diri kita pada lambang negara Garuda Pancasila.
Siapakah yang menciptakan lambang itu? Dia adalah Sultan Hamid II. Sultan Hamid II tidak dapat dipungkiri oleh siapa pun. Beliau adalah seorang putera Indonesia kelahiran tanah Kalimantan bagian Barat. Ayahnya mengalir darah Arab, Dayak, Bugis, Banjar dan Melayu. Ibunya, mengalir darah kesultanan Turki dan/atau salah satu negara Islam pecahan dari Uni Soviet.
