Sampai sekarang, tercatat banyak sekali amal usaha yang dimiliki hingga pelosok wilayah Indonesia. Bahkan beberapa tahun terakhir, Muhammadiyah mengembangkan amal usahanya sampai ke luar Negeri. Jumlah lembaga pendidikan yang dimiliki oleh Muhammadiyah mencapai lebih dari 10 ribu, tepatnya 10.381, terdiri dari TK, SD, SMP, SMA, Pondok Pesantren, sampai dengan Perguruan Tinggi. (Sumber data: Republika). Begitupula dengan institusi-institusi kesehatan, seperti Rumah Sakit, yang sudah banyak berada di setiap wilayah di Negara ini.
Muhammadiyah terus bekerja untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia yang unggul, islami, dan berkemajuan. Berikut dengan sarana-prasarana, infrastruktur, atau fasilitas penunjang majunya pendidikan dan kesehatan di Indonesia. Dengan kapasitas dan potensi yang besar Muhammadiyah tetap konsisten dengan jihad dan dakwah dalam bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan. Hingga hari ini tidak menjadi organisasi politik, partai politik, maupun berafiliasi ke golongan politik praktis tertentu secara kelembagaan.
Hal itu telah ditegaskan dalam Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-43 di Banda Aceh (1995) yang memilih Amien Rais sebagai Ketua PP Muhammadiyah menggantikan KH Ahmad Azhar Basyir yang wafat setahun sebelumnya, dimana dikatakan ”Muhammadiyah tidak mempunyai hubungan organisatoris dan tidak merupakan afiliasi dari suatu partai politik atau organisasi apapun”.
