Opini

Kesaksian Tokoh Adat Dayak Taman terhadap Sultan Hamid: Pandai Bergaul-Memberikan Beasiswa

Kesaksian Tokoh Adat Dayak Taman terhadap Sultan Hamid: Pandai Bergaul-Memberikan Beasiswa
Baroamas Djabang Balunus Massuka Djanting (kiri) bersama Sekretaris Pribadi Sultan Hamid, Max Jusuf Alkadrie (kanan).

Seorang pengacara (lawyer) yang berdarah Taman, Ambo Mangan, SH, MH mengakui bahwa pemahaman Masuka terhadap adat dan budaya Taman tidak diragukan. Tidak hanya upacara kematian, namun juga perkawinan dan nyaris segenap tata aturan Taman dikuasainya.

Dalam kesehariannya, Massuka Djanting menjadi rujukan peneliti, baik dari dalam maupun luar negeri. Tak terkecuali akibat pemahamannya yang luas atas budaya menjadikannya menjadi salah satu tokoh yang diundang Sultan Hamid ke Hotel Des Indes.

Kedekatan dengan Hamid

“Saya kenal Sultan Hamid II saat dia mudik ke Kapuas Hulu dan melantik Kepala Swapraja Sintang Ade Muhammad Djohan. Ketika Sultan Hamid II datang, itulah buat pertama kali Orang Ulu melihat langsung kapal terbang Catalina. Catalina mendarat di Sungai Kapuas. Rakyat boleh melihat burung besi itu dari jarak dekat karena Sultan Hamid II tipikal pemimpin yang ramah,” tutur Massuka Djanting.