Dari uraian di atas tampak bagaimana kepemimpinan Sultan Hamid sosok kontroversial di dalam kesejarahan Indonesia. Orang-orang yang tidak mengenal Sultan Hamid II Alkadrie seutuhnya menilai dengan kacamata kuda bahwa Sang Perancang Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila dan diplomat ulung di meja perundingan hingga diakuinya kedaulatan Indonesia (1949) adalah pengkhianat negara dengan tuduhan berkomplot dengan Westerling. Namun bagi orang-orang yang mengenal dekat dengan dirinya menilai Sultan Hamid II layak dianggap Pahlawan Nasional karena jasa-jasa dan kebaikan-kebaikan yang ditinggalkannya.*
Baca Juga:Anti Diskriminasi ala Gusdur dan Romo
