Opini

Kesaksian Tokoh Adat Dayak Taman terhadap Sultan Hamid: Pandai Bergaul-Memberikan Beasiswa

Kesaksian Tokoh Adat Dayak Taman terhadap Sultan Hamid: Pandai Bergaul-Memberikan Beasiswa
Baroamas Djabang Balunus Massuka Djanting (kiri) bersama Sekretaris Pribadi Sultan Hamid, Max Jusuf Alkadrie (kanan).

“Mandau saya menjadi kenangan bersama Anton Soedjarwo, dan saya masuk kategori veteran kelas A,” ungkap Massuka Djanting di rumahnya yang sederhana, namun penuh dengan dokumen berharga.

Perihal kegemaran membaca hal itu hasil didikan para gurunya. Mereka antara lain Sultan Hamid dan Oevaang Oeray. Di masa mudanya, Massuka juga menjadi writer untuk media seiring aktivitasnya mendirikan Partai Dayak.

Asal-usul Suku Dayak Taman: Kabupaten Kapuas Hulu
Sub suku Dayak Taman atau sering juga dikenal dengan istilah orang Taman menurut Agustinus Sungkalang adalah satu di antara subsuku Dayak yang bermukin di hulu Sungai Kapuas, yang umumnya terdapat di Kecamatan Kedamin dan sebagian kecil juga terdapat di Kecamatan Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu.

Dalam masyarakat Dayak Taman menurut Agustinus terdapat empat strata sosial, yaitu samagat, pabiring (bisa juga di sebut bala samagat), banua, dan paangkam. Strata sosial ini lebih mirip dengan kasta. Kasta yang paling tinggi yaitu samagat pada masa lampau selalu menjadi pembicaraan orang Taman. Sedangkan, yang rendah adalah paangkam yang lebih mirip dengan budak atau tawanan perang.