Opini

Sultan Hamid II Orang Baik, Bukan Penjahat Negara!

Sultan Hamid II Orang Baik, Bukan Penjahat Negara!

Namun, tak sedikit yang memanfaatkan kebesarannya sebagai seorang Sultan, kedekatannya bersama petinggi-petinggi Eropa, maupun PBB, untuk meloloskan kedaulatan kita. Sultan Hamid II orang baik, kalau memang tidak, mengapa tak direalisasikan saja niat membunuh Ali Budiarjo, Hamengkubuwono IX, TB Simatupang? Saya kira Sultan Hamid II kala itu masih punya banyak kantong-kantong kekuatan militer. Yang terjadi, bahkan niat saja itu, dia batalkan.

Kala ditangkap oleh Sultan Hamengkubuwono IX (Menteri Pertahanan RIS) pada 5 April 1950, Sultan Hamid II tak melawan. Dia tak mengerahkan masyarakatnya di Pontianak, di Kalimantan Barat, untuk memberontak. Sedangkan dia seorang Kepala Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB). Dia tidak mengerahkan ex-KNIL (Koninklijk Nederlands Indische Leger) untuk melakukan perlawanan atau penyerangan kepada APRIS dan TNI saat itu. Dia memilih diam. Dia terlalu mencintai Indonesia, dia memendam amarahnya, ketika dibohongi dan dizalimi oleh lawan politiknya. Hingga ditahan selama tiga tahun lamanya tanpa proses hukum yang jelas. Westerling lari entah kemana, dia tak diadili sebagai pelaku utama. Bahkan, bukankah saat itu militer sudah menjaga perbatasan darat, laut, dan udara kita? Bagaimana dia bisa disebut lolos kembali ke eropa?