Opini

Tidak Ada Agenda “Setting Politic” untuk Sultan Hamid II Pahlawan Nasional — Murni Akademis Meluruskan Sejarah Bangsa Indonesia

Tidak Ada Agenda “Setting Politic” untuk Sultan Hamid II Pahlawan Nasional — Murni Akademis Meluruskan Sejarah Bangsa Indonesia

Presiden Jokowi yang berkali-kali kunjungan kerja ke Kalbar kerap kali ditagih soal penganugerahan gelar pahlawan nasional terhadap Hamid akhirnya mengirim Prof Dr Anhar Gonggong ke Kalbar via Dinas Sosial medio 2019. Bertemulah Anhar Gonggong bersama Yayasan Hamid dan terjadi perdebatan sengit. Saya menyajikan siaran langsung via FaceBook saat itu, sehingga detail uraian Prof Anhar Gonggong bisa disimak. Di sana, salah satunya dia menyatakan secara subyektif, bahwa memang benar dia keras menolak Hamid jadi pahlawan nasional lantaran Hamid tidak berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, Hamid pro Belanda, bahkan, “Di mana muka saya hendak ditaroh, karena paman saya juga mati dalam peristiwa Westerling.” Begitu katanya.

Tentu saja uraian Anhar Gonggong dikuliti Yayasan Hamid. Melalui Anshari Dimyati, ketua Yayasan Hamid, pernyataan Anhar semua dijawab dengan fakta dan referensi ilmiah juga. Sampai akhirnya perdebatan itu ditengahi Gubernur Kalbar Sutarmidji dengan mengalihkan pertemuan dari Dinas Sosial ke ruang kerja Gubernur.