Opini

Tidak Ada Agenda “Setting Politic” untuk Sultan Hamid II Pahlawan Nasional — Murni Akademis Meluruskan Sejarah Bangsa Indonesia

Tidak Ada Agenda “Setting Politic” untuk Sultan Hamid II Pahlawan Nasional — Murni Akademis Meluruskan Sejarah Bangsa Indonesia

Tiba di Gedung DPW Nasdem Jl Abdurahman Saleh, Aan sudah berada di ruang rapat utama bersama Syarif Abdullah Alkadrie yang didampingi istri dan putra-putrinya. Dia dikitari keluarga lengkap karena dirayakan Ulang tahunnya di Gedung Nasdem. Rupanya baru saja keluar pagar Walikota Pontianak Edi Kamtono dan Bupati Sintang Jarot Winarno. Saya masih dapat menikmati tart ultah dan kue lapis legit berikut secangkir kopi hitam.

Abdullah Alkadrie sebenarnya hanya ingin mengumpulkan bahan terbaru tentang Sultan Hamid dari Yayasan Hamid. Namun dari arah lainnya ada kontak dari Ir Arif Joni pimpinan PKS Kalbar yang risau atas pernyataan AM Hendro. Ia yang baru landing dari Ketapang segera merapat ke Nasdem. 20 menit dari airport. Ia ikut bergabung. Ia menyampaikan salam Hidayat Nurwahid yang juga galau atas pernyataan Hendro.

Seusai magrib, setelah kami sepakat menggelar jumpa pers mengklarifkasi pernyataan Hendropriyono, Gubernur Sutarmidji menelepon saya. Ia menjelaskan bahwa perjuangan untuk Hamid sudah sejak lama dia lakukan. Sejak sebagai anggota DPRD Kota dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), lalu sebagai Wakil Walikota di mana nama jalan ditetapkan dari Jl Perintis Kemerdekaan menjadi Jl Sultan Hamid. “Itu bagian dari perjuangan saya. Kau kan tahu itu,” katanya.