Opini

Tidak Ada Agenda “Setting Politic” untuk Sultan Hamid II Pahlawan Nasional — Murni Akademis Meluruskan Sejarah Bangsa Indonesia

Tidak Ada Agenda “Setting Politic” untuk Sultan Hamid II Pahlawan Nasional — Murni Akademis Meluruskan Sejarah Bangsa Indonesia

Sampai di mana perjuangan Nasdem melakukan revisi UU ini, wallahu’alam. Sampai di sini saya sebagai salah satu pihak yang turut mengusulkan Sultan Hamid II Pahlawan Nasional dari unsur profesional jurnalis tidak melihat adanya kepentingan politik atau politisasi sejarah Bangsa Indonesia seperti tudingan Prof Dr AM Hendro Priyono. Parapihak secara politik yang memperjuangkan Hamid pertama dari Golkar, kemudian terputus, lalu kini di Nasdem, hal itu pun bergerak sangat pelan, karena memang murni, tanpa ada kepentingan apa-apa kecuali benar-benar sisi ilmiah sejarah sekaligus sebagai wakil rakyat yang mau mendengarkan aspirasi kalangan grass root (akar rumput).


Saya pulang dari Singkawang di hari Minggu, 13 Juni 2020 pukul 15.00. Seperti protokol Covid-19 saya segera buka baju dan mandi. Namun setelah mandi dan jamak takhir qoshar antara zuhur dan ashar, kantuk segera menyerang. Maklum menyetir sendiri sejak subuh hari. Tubuh ini menagih rehat.

Namun berpikir betapa pentingnya pertemuan dengan Anshari Dimyati dan Syarif Abdullah Alkadrie, saya lawan kantuk dan lelah tersebut. “Ini kepentingan negara. Lebih besar dari sekedar rehat pribadi Nur Iskandar.” Begitu pikir saya.