Opini

Tidak Ada Agenda “Setting Politic” untuk Sultan Hamid II Pahlawan Nasional — Murni Akademis Meluruskan Sejarah Bangsa Indonesia

Tidak Ada Agenda “Setting Politic” untuk Sultan Hamid II Pahlawan Nasional — Murni Akademis Meluruskan Sejarah Bangsa Indonesia

Sabtu, 12 Juni 2020 saya dkk punya program rutin di media online teraju.id berupa Kasak-Kusuk—Kata Satukan Kita. Pada hari Sabtu akhir pekan masih di bulan Syawal ini bintang tamunya adalah Benny Thanheri seorang aktivis lingkungan hidup. Kami hendak rekaman wawancara yang istilah anak muda sekarang Podcast di Kantor Kampoeng English Poernama Agro (KEP’s Agro) kawasan tapal kuda antara Jalan Sungai Raya Dalam Ujung dengan Serdam Raya Residence, sekira 2 km dari pertigaan Korpri.

Ternyata hari hujan. Benny berhalangan hadir. Akhirnya saya yang biasanya menjadi host berubah menjadi narasumber. Sedangkan Direktur KEP’s Eco City yang juga Direktur Teknis TOP Munzalan Residence Yaser Ace yang biasanya juru kotak-katik IT di konsorsium kami bergeser jadi host. Saat itu tema yang diangkat adalah bagaimana berinvestasi untuk tumbuh kembang bisnis properti. Recording 15 menit selesai, kemudian perlengkapan studio dikemas, lalu kami bubar pukul 17.00.

Tiba di rumah waktu magrib, di pukul 20.19 Yaser mengirimi saya link video YouTube yang menurutnya sedang viral dibahas para tokoh Kalbar. Yakni pernyataan AM Hendropriyono bahwa Sultan Hamid II Pengkhianat Negara sehingga tidak layak diajukan sebagai Pahlawan Nasional.