Dia jadikan kedekatan dengan Belanda untuk kepentingan Indonesia. Rujuklah pidatonya bersama Hatta di 17 Agustus 1949 di Amsterdam. Nampak sekali nasionalismenya. Adapun tuduhan Hamid kebelanda-belandaan dengan rujukan Hamid menikahi Didi (Dina) Van Delden juga adalah keliru besar sebab Didi (Dina) Van Delden adalah Belanda peranakan Indonesia. Dia lahir di Surabaya. Bahkan ayahnya, Nicolas Van Delden juga peranakan dari Belanda dan Sulawesi. Mereka adalah pengembang perkebunan kopi yang sangat berjasa bagi perkopian Indonesia saat ini.
Gelar Pahlawan Nasional Mandeg di TP2GP Kementerian Sosial RI
