Sebagai jurnalis saya membaca buku istimewa ini. Tebalnya 328 halaman. Terbit pada tahun 1953 dan terbit ulang tahun 1955. Isinya meliputi 9 bagian, masing-masing kata pengantar ‘tjetakan populair’, kata pendahuluan, riwajat Sultan Hamid II, suasana sebelum peristiwa Sultan Hamid II, dinamika sidang Mahkamah Agung, tuntutan Djaksa Agung, pembelaan dari Sultan Hamid II, pembelaan dari Mr Soerjadi, dan Keputusan Mahkamah Agung. Asyik membaca isi buku ini, kita seperti ikut larut dalam suasana pada saat sidang berlangsung. Ada hakim dan jaksa serta publik yang memenuhi ruangan sidang, bahkan juga insan pers yang gelut meliput. Ini big-case secara insan pers. Dan tidak hanya tegang, tetapi juga ada gelak tawa di masa sidang. Hal ini mencairkan suasana kebatinan bahwa sesungguhnya sidang pada saat itu memang istimewa. Wajar jika melahirkan sosok pecinta demokrasi kelak bernama Prof Dr Adnan Buyung Nasution.
Pahlawan Nasional Sultan Hamid II Alkadrie–Peradilan Ulang Secara Fair dan Adil
