Opini

Pahlawan Nasional Sultan Hamid II Alkadrie–Peradilan Ulang Secara Fair dan Adil

Pahlawan Nasional Sultan Hamid II Alkadrie–Peradilan Ulang Secara Fair dan Adil

Saya yang jurnalis membaca buku Peristiwa Sultan Hamid dengan timbangan liputan keadilan memberikan testimoni sebagai WNI yang cinta NKRI bahwa peradilan MA saat itu kepada Sultan Hamid benar-benar tidak fair dan adil. Bacalah buku terbitan Persadja ini, saya bahkan berpikiran bahwa para djaksa saat itu ingin misteri “politik” era 1950-1953 terkuak di belakang hari. Ini cara mereka untuk menghadirkan keadilan di kemudian hari. Inilah rahasianya kenapa mereka ujuk-ujuk menerbitkan buku khusus tentang Hamid yang kategori super duper lengkap. Dengan harapan suatu waktu peradilan yang tidak fair karena tendensi politik itu bisa disimak kembali kata per katanya. Sebab buku ini adalah rekaman persidangan selengkap-lengkapnya. Kekurangan isi buku ini hanya satu, yakni tidak memuat memoir grasi yang diajukan Hamid atas usulan Moh Hatta dan kemudian ditolak Soekarno. Jika saja ditampilkan, maka akan kita lihat klausul akademis yuridis dan fairness-nya. Dan untuk itu terbuka peluang lahirnya penelitian baru tentang aspek grasi yang dijatuhkan negara kepada para pelaku dengan tuduhan makar dari masa ke masa….