Opini

Penetapan Sultan Hamid II Pahlawan Nasional – Menghilangkan Faktor Belanda sebagai Penetapan Gelar Kepahlawanan

Penetapan Sultan Hamid II Pahlawan Nasional – Menghilangkan Faktor Belanda sebagai Penetapan Gelar Kepahlawanan

Dari sini dapatlah kita mengerti, mengapa suara dari Kalbar yang paham cerita Beliau, dari semua kalangan etnik dan agama memperjuangkannya sebagai Pahlawan Nasional. Bahkan sudah membentang jalan raya yang menghubungkan Sungai Kapuas — sungai yang terpanjang di Indonesia dengan sungai Landak. Namanya Jl Sultan Hamid II. Sejak Presiden Abdurahman Wahid, Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo lewat sini bersama Paspampres, menteri-menteri dan rombongannya. Tidak ada yang minta nama Jalan Sultan Hamid II diganti.

Wajarlah jika warga Kalbar kecewa betul ada yang memberi label pada Sultan Hamid II Alkadrie sebagai “PENGKHIANAT BANGSA” sementara mereka bernapas di dalam kedaulatan negara yang diperjuangkan Sultan Hamid,menggunakan emblem lambang negara karya Sultan Hamid dan menikmati otonomi daerah, buah perjuangan Sultan Hamid.

Beliau berani pasang badan. Berani masuk penjara. Berani namanya dikuburkan dalam lumpur sejarah. Berani memangku Bung Karno sampai membimbing kalimah syahadah pada hari-hari terakhirnya. Murni sesama anak Bangsa. Sesama pejuang Republik Indonesia.