Opini

Penetapan Sultan Hamid II Pahlawan Nasional – Menghilangkan Faktor Belanda sebagai Penetapan Gelar Kepahlawanan

Penetapan Sultan Hamid II Pahlawan Nasional – Menghilangkan Faktor Belanda sebagai Penetapan Gelar Kepahlawanan

Kemudian bagaimana beliau merancang Lambang Negara Garuda Pancasila. Nampak betul semangat kebangsaan Beliau untuk menampung semua komponen Bangsa yang ada.

Sejarah Indonesia dimulai dengan kejayaan Kerajaan Hindu-Budha, maka Beliau minta masukan Ki Hadjar Dewantara untuk melihat relief garuda di candi-candi. Beliau tahu mayoritas penduduk Indonesia muslim, unsur Islam beliau tanyakan kepada Muhammad Natsir.

Baca Juga:Mbah Sutarno

Sebagai orang Pontianak-DIKB, Beliau juga minta saran pada sahabat beliau etnic Dayak, Panglima Burung, Massuka Djanting, Ovaang Oeray dll. Nah karena ini lambang negara tentunya harus bagus supaya bisa bersanding dengan lambang negara lainnya, Beliau riset lambang negara lainnya yang menggunakan figur utama elang atau rajawali. Artinya inilah yang bisa dijadikan contoh millenial saat ini di mana sosok yang berkebangsaan, tak lupa pada muatan lokal daerah serta berwawasan global internasional.

Sultan Hamid II sangat mencintai Indonesia. Konsep yang diinginkan adalah Indonesia dibangun dengan standar SDA dan SDM mandiri. Memang tidak mudah tentunya. Karena SDM saat itu minim. Apalagi DIKB, saat 1941-1944 1-2 generasi terbaiknya telah menjadi korban kekejaman pembunuhan Jepang.