Opini

Sedekah Akbar dan Musibah Balon Terbakar

Sedekah Akbar dan Musibah Balon Terbakar

***
Senin, 4/2/19 seusai shalat subuh saya buka gejet. Mengecek informasi yang masuk lewat media sosial. Di sana saya melihat banyak postingan tentang Sedekah Akbar yang mengharu-biru.

Saya pun berjanji untuk menuliskan berita sukses Sedekah Akbar ini untuk menjahit benang merah sejarah dakwah dari dakwah bil lisan hingga ke dakwah kreatif . Bahwa sebuah evolusi sedang terjadi. Proses perubahan sosial yang unik tentang dakwah populer sesuai fashion anak zaman now sedang bermetamorfosis. Bahwa dakwah tidak melulu berisi ceramah, tapi bisa diangkat dari aspek sedekah, bisa diangkat dari sisi yatim dan hafidz Quran. Bahkan bisa diangkat dari sisi Saudagar Beras!

Misi suci yang disasar adalah melahirkan generasi ulama yang berbasis di mesjid. Sebagaimana Nabi SAW menggembleng para sahabat dan mujaddid melalui mesjid. Mesjid menjadi titik cahaya. Di mana salah satu simpulnya adalah Mesjid Kapal di mana kini tengah membangun Tower 6 lantai bernilai hampir 30 Miliar.
Keluarga Berkah PMMAY (Pondok Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin) terus melahirkan ide brilian seperti TV, Radio, air bersih, pertanian, perumahan, dan berdakwah dengan cara-cara yang diminati kawula muda.
“Dakwah Kreatif,” kata Ustadz Lukman.

Nah, di tengah euforia itulah saya tersentak membaca postingan di WAG Keluarga Berkah PMMAY pukul 00.23.