HM Nur Hasan pendiri Munzalan Mubarakan saya lihat terjebak massa yang tak lagi bisa bergerak di lorong jalan antara pintu masuk utama dengan panggung. Tepatnya di depan teralis besi pembatas. Di sana dia tercekat. Sesekali dia memotret massa. Mungkin sesekali juga posting ke linimasa FB-nya sebagai bentuk laporan dakwah.
***
Acara Sedekah Akbar sebenarnya berlangsung sejak pagi. Berbagai seremonial telah berjalan. Namun puncaknya antara zohor dengan ashar. Yakni doa bersama yatim dan hafidz Quran. Momentum mahal karena dijamin ijabah. “Barangsiapa yang di rumahnya ada yatim, seperti anak jari dengan jempol ini antara dia dengan aku di surga.” Begitu kira-kira arti hadits Nabi Muhammad SAW.
Sebelum KH Lukmanul Hakim naik ke atas pentas, MC mengajak jamaah untuk menyaksikan terlebih dahulu kilas balik Sedekah Akbar. Sebuah tayangan film dokumenter yang menunjukkan gawean saat ini adalah rintisan 12 tahun silam.
Tanpa terasa air mata meleleh membasahi pipi. Betapa rintisan awal itu tidaklah mudah. Dimulai dengan sedekah beras.
***
