Kalau Roberta Baskin melakukan investigative reporting dengan cara menyamar sebagai pekerja di pabrik sepatu dalam rangka membongkar upah tenaga kerja, maka Larry Tie lebih jauh daripada itu. Untuk menguak misteri “tebang pilih” pelayanan kesehatan berupa penyakit di sendi lutut, dia bersedia mengikuti operasi bedah di rumah sakit. Dengan demikian dia tidak hanya meliput, tapi juga merasakan. Teknik investigasi itu terjadi sejak awal proses pendaftaran/administrasi di rumah sakit, masa operasi, hingga perawatan penyembuhan pasca operasi! Sebegitu giat dan getolnya seorang jurnalis mengungkapkan kebenaran sehingga rela membuang banyak waktu dan biaya demi menguak kebenaran! Di sini point pentingnya. Jadi, berita yang faktual dan aktual itu tidak hanya rekonstruksi peristiwa picisan, tetapi mengungkapkan kebenaran dengan keterlibatan, berupa mengalami dan merasakan. Dari investigasi model ini, Larry Tie banyak membantu kalangan bawah yang miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan utama. Khususnya untuk penyembuhan penyakit di persendian lutut.
Secara teori, jurnalisme investigasi kami juga diasuh oleh Prof Dr Bill Katter. Beliau adalah dekan fakultas komunikasi di Boston University. Kepada kami diajarkan teori jurnalisme investigasi dan sekaligus diajak berdialog dengan akademisi cum jurnalis yang berkhidmat di Boston University.
