Saya bekerja di Harian Equator yang beralamat di Jalan Nusa Indah, Kota Pontianak. Ini koran kriminalitas dan politik di bawah payung Jawa Pos. Saya sebagai reporter yang kerap meliput konflik turut mendaftar dengan mengisi formulir serta berbagai kelengkapan.
Dalam isian formulir itu yang paling menarik adalah lampiran berita yang pernah ditulis oleh reporter. Saya memberikan masing-masing laporan utama yang menurut saya adalah hasil liputan terbaik dan terburuk. Di bawah kedua naskah tersebut saya sebutkan alasan kenapa sebuah naskah berita bisa kualifikasinya A dan D. Walaupun sama-sama menduduki peringkat berita utama atau headline.
Mungkin dari kedua naskah headline itu saya dinilai punya potensi sehingga diundang seleksi wawancara. Wawancara ini dilakukan oleh dua orang tim juri, masing-masing Elias Tana Moning dan Prof Dr Dan Moulton. Wawancara dilakukan dengan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
Pada saat wawancara, saya diverifikasi perihal data pribadi dan karir di industri pers. Kepada saya juga ditanyakan tentang pengalaman meliput konflik.
