Kegiatan budaya yang paling kental adalah Thanks Giving. Jatuh pada Kamis, minggu keempat November. Kami merayakan hari syukur atas panen pertanian ini di sebuah rumah warga pedesaan. Di rumah itu kami menikmati ayam kalkun yang mana pada bagian isi perut telah ditakar dengan bumbu teriyaki. Rasanya nikmat sekali. Apalagi pada perayaan Thanks Giving itu juga berdatangan para tetangga di mana kami saling kenal dan bercengkerama. Kami juga menyanyikan lagu-lagu pop yang evergreen. Dan tentu lagu yang paling mengena di hati adalah Massachussets!
Pada saat berdendang lagu Bee Gees tersebut dalam hati berpikir, kenapa seniman Kalbar tidak membuat lagu Pontianak ya? Jika bisa sehebat Bee Gees? Ngepop dan ngetop! Bisa jadi sweet memories dan abadi didendangkan bagi setiap tamu domestik maupun mancanegara yang ke Bumi Khatulistiwa…
Dalam hal kebudayaan kami juga berkunjung ke Kantor Polisi. Kantor polisi di sini sangat aktif. Mereka mengirim faksimil ke kantor media setiap ada peristiwa penting. Dari komunikasi via faksimil itu wartawan dapat menindaklanjutinya sebagai bahan awal pemberitaan. Di sini saya merasakan beda dengan di Indonesia. Di Indonesia, kita dengan susah payah mendapatkan bahan dasar berita dari kepolisian.
