Opini

Damai dengan Etika Jurnalisme dan Investigative Reporting

Damai dengan Etika Jurnalisme dan Investigative Reporting
Penulis,paling kanan bersama para wartawan yang mengikuti Indo Journalist Programe di Institute for Training and Development (ITD) Amherst, Massachussets, AS, tahun 2002.

ITD adalah sebuah NGO di AS. Mereka mendapatkan dana dari Departemen Luar Negeri. Dari dana tersebut mereka melatih berbagai elemen dari negara berkembang. Tidak hanya di bidang pers dan demokrasi, juga di bidang kesehatan. Sejumlah dokter dan birokrat Kalbar pernah mengenyam pendidikan di ITD. Ada nama Direktur RSUD dr Soedarso, dr H Buchary A Rachman dan Asisten III Setda Kalbar, Drs Tabrani Hadi.

ITD dipimpin Prof Dr Dan Moulton. Pria yang mewawancarai kami secara langsung di Hotel Kapuas Palace ketika seleksi awal dilakukan di Kalbar. Pria ini suka mengenakan batik. Bahasa Indonesianya sangat bagus. Pada saat membuka pelatihan di ITD, Prof Dan Moulton mengatakan lembaganya hendak berkontribusi bagi keamanan Indonesia melalui manfaat kinerja jurnalistik yang profesional. Khususnya penerapan jurnalisme damai dengan teknik investigasi serta etik dalam jurnalistik. Angkatan kami 13 orang jurnalis dari Aceh, Ambon dan Kalbar merupakan angkatan kedua IJP. Angkatan pertama diselenggarakan pada tahun sebelumnya dan diikuti wartawan wilayah konflik Sulawesi Selatan, Jakarta dan Jawa.