Opini

Damai dengan Etika Jurnalisme dan Investigative Reporting

Damai dengan Etika Jurnalisme dan Investigative Reporting
Penulis,paling kanan bersama para wartawan yang mengikuti Indo Journalist Programe di Institute for Training and Development (ITD) Amherst, Massachussets, AS, tahun 2002.

ITD berada di Amherst, sebuah kecamatan yang teduh, sejuk dan indah di negara bagian keren bernama Massachussets. Panorama pedesaan masih sangat kentara di Amherst, walaupun kemoderenan teraktualisasi di kampus UMAS (University of Massachussets) maupun pusat perbelanjaan. Kami mendapatkan tempat menetap di apartemen dengan fasilitas luks laksana rumah pribadi, di mana di dalamnya ada makanan dan perabot lengkap. Pulang-pergi, tersedia jemputan. Di apartemen inilah saya pertama kali mengenal alat cuci piring elektrik! Di tempat saya, Pontianak belum pernah ada alat cuci pecah-belah seperti ini. Mewah dan memang wah…

Di apartemen kami juga disediakan komputer yang terkoneksi dengan internet. Melalui perangkat ini, saya sangat dimudahkan untuk mengirim berita ke dapur redaksi Harian Equator. Dan berada di negara yang bertaut 12 jam dengan Indonesia (jika di sini malam, maka di Indonesia siang, atau sebaliknya) saya merasakan tidak ada jarak antara AS dan Indonesia, atau tidak ada jarak antara Amherst dan Pontianak. Di sini, dengan adanya internet, jarak dan waktu menjadi nisbi atau relatif. Komunikasi dengan para wartawan di dapur redaksi bisa chatting atau bersurel.