Sesampainya di Bandung, saya tidak langsung pulang, saya duduk dan minup kopi disebuah warung dipinggir stasiun Hall Bandung untuk menenangkan diri saya dan juga memberi waktu agar mata saya yang sembab kembali normal, saya renungkan diri saya dan musik yang saya pelajari selama ini, semua berakar pada budaya Eropa dan Amerika, disitu saya paham biar bagaimanapun saya pelajari musik itu, meski saya bisa memainkan nada dan tekniknya tapi maknanya tak akan mungkin saya pahami dan resapi sepenuhnya, karena pada hakikatnya musik adalah sebuah karya interaksi manusia pada alam dan kehidupan sosial dimana karya musik itu diciptakan. Saya tetap mempelajari dan mengapresiasi musik klasik Eropa terutama mengenai teknik bermain biola, karena biar bagaimanapun alat musik itu memang dikembangkan disana berikut cara memainkannya, namun saya mencoba mengaplikasikannya dalam karya yang berakar pada musik Melayu dengan cita cita agar musik Melayu bisa dikenal diseluruh dunia.
Seniman Bangsawan itu bernama Tengku Ryo
