Setelah uraian diatas barulah kita paham sepak terjang seorang Tengku Ryo yang selama ini kita kenal sebagai pemusik atau pemain biola, ternyata musik baginya hanya salah satu bagian dalam hidupnya, musik menurutnya bukan hanya sebagai hiburan semata, musik memiliki fungsi dan manfaat yang lebih penting dari itu, seperti yang ia sampaikan pada penganugrahan CHT Award di Kuala Lumpur “my music is not about entertaintment, my music is about the spirit of my people”, lewat musik ia sampaikan pandangan dan perasaannya karena ia percaya musik berasal dari jiwa, untuk itu jiwa pula yang akan menerimanya, bukankah di jiwa itu al Haq bersemayam?.
Dengarlah karya musiknya berjudul Pledoi maka kita bisa rasakan pergolakkan alam pikir dan rasa Sultan Hamid II dan Tengku Ryo melemparkan banyak pertanyaan lewat bunyi tanpa kata itu kepada kita untuk direnungkan dan dijawab dalam relung hati kita dengan sebenar benarnya, apa yang terjadi hingga kini, semua yang di khawatirkan Sultan Hamid II dan bung Hatta benar benar terjadi.
Dengarlah Hymne Tanah Melayu, The Great Malay, Journey To Deli, Spirit dan karya karya Tengku Ryo lainnya, semua memiliki makna dan pesan dengan interpretasi seluas luasnya.
