Kekhawatirannya akan keberlangsungan dan tergerusnya entitas budaya Melayu Sumatera Timur sangatlah besar, ia tidak memahami kebijakan negara yang tidak mau melihat kenyataan bahwa perlu didirikan Provinsi Sumatera Timur agar wilayah yang tercakup didalamnya terperhatikan dengan adil, Sumatera Utara terlalu besar dan terlalu banyak budaya yang harus diperhatikan. “Negeri kami diseluruh peta dan kompas dunia disebut sebagai East Coast Sumatera atau Eastern Sumatera dan letaknya memang di Timur Sumatera namun dipaksakan untuk berada di Utara, entah kompas dunia yang salah atau kompas pemerintah yang terlalu canggih”, ujarnya sambil berkelakar.
Kegiatannya diluar musik memang cukup banyak, dia aktif di organisasi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara yang di ketuai oleh PRA.Arief Natadiningrat (Sultan Sepuh IV, Kasepuhan Cirebon) sebagai ketua bidang urusan luar negeri dan aktif mendukung rencana pengusulan UU Keraton, menjadi tim peneliti dan pengusulan Hari Tenun Songket Nasional dan menciptakan Hymne Tenunku Indonesiaku, sebagai salah satu kontributor budaya untuk United Nation Federation Organisation (UNFO), aktif mendukung perjuangan masyarakat adat dalam memperjuangkan UU Perlindungan Masyarakat Adat.
