Pernyataan itu pula yang keluar dari Sultan Melvin Alkadrie maupun Mahmud Alkadrie yang melaporkan pencemaran nama baik atas AM Hendropriyono ke Mapolda Kalbar, 12/6/2020. Dapat dipahami. Dengan adil dan adab, dengan hikmat kebijaksanaan kita sebagai rakyat Indonesia insya Allah bisa mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, falsafah hidup dan idiologi kita, Pancasila. Semoga.
Pertemuan tadi malam di Panggung Kampoeng, Rabu, 17/6/20 sambil mereguk kopi hangat berbagi informasi soal perkembangan terkini meluruskan sejarah Hamid yang disebut Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono sebagai pengkhianat negara. Meeting memutuskan bahwa kami akan membuat webinar yang bisa diikuti 100 orang secara terbuka. Insya Allah waktunya pada Sabtu, 20 Juni 2020 sejak pukul 09.00 sampai 12.00. Link dan pendaftarannya akan kami umumkan sebagai tanda bahwa kita semua ingin terbuka dan uji fakta.

Untuk ini kami minta tolong, bagi pembaca yang punya akses dengan Prof Dr AM Hendropriyono yang getol menolak pengusulan Sultan Hamid sebagai pahlawan nasional hendak kami tempatkan sebagai pemberi testimoni dari sisi fakta sejarah dari sudut pandang dan pengetahuannya bahwa Hamid pengkhianat. Kemudian kami juga akan berikan kesempatan kepada Yayasan Hamid untuk mendederkan fakta-fakta bahwa Hamid layak menjadi pahlawan nasional.
