Opini

Sultan Hamid Pengkhianat atau Pahlawan? Kesaksian Seorang Wartawan

Sultan Hamid Pengkhianat atau Pahlawan? Kesaksian Seorang Wartawan

Kisah Max, Bung Karno saat akhir hayat itu meneteskan air mata tanda Beliau mendengar. Kemudian turunan Nabi SAW dari trah Alkadrie ini membimbing kalimah syahadah. Hingga Bung Karno menghembuskan napasnya yang terakhir. Saya pikir ini episode indah dua sahabat di Kabinet RIS, sesama pejuang Indonesia Raya. Insya Allah keduanya husnul khatimah, di mana Bung Karno di akhir hayatnya wafat mengucapkan kalimah syahadah sedangkan Hamid Alkadrie wafat di kala Beliau sedang sujud, shalat magrib di Jakarta dan dimakamkan di makam keluarga Istana Kesultanan Qadriyah-Batulayang-Pontianak Utara. Alfatihah.

Saya pikir dengan keadilan dan keadaban kita bisa rekatkan “Persatuan Indonesia”. Mari kita pelajari sejarah dengan mengambil hikmah dan kebijaksanaannya. Bukan menang-menangan. Bukan pula tujuan akhir kami memperjuangkan Hamid sebagai pahlawan nasional sebagai hanya gelar pahlawan, sebab apalah arti gelar itu sebab yang bersangkutan pun telah lama tiada. Kalau pun masih hidup tak akan mau Hamid dihadiahi gelar pahlawan nasional, sebab pahlawan bukannya gelar yang dicari, tapi pengabdian tanpa pamrih buat negara dan bangsa yang kita cintai.