Namun belakangan saya tahu kalau Sultan Hamid memang suka menampar orang yang menurutnya salah. Salah seorang yang ditamparnya dengan telapak tangan dan punggung tangan adalah Van Mook, Gubernur Hindia Belanda! Kisah ini dituturkan oleh Baroamas Djabang Balunus Massuka Djanting, seorang tokoh muda yang menguasai adat Dayak khususnya Kapuas Hulu / Dayak Taman dan bersahabat dekat dengan Sultan Hamid kala diskusi terfokus di Pusdiklat TOP Indonesia (2013). Bahkan sampai akhir hayatnya Massuka Djanting masih menyimpan dengan rapi dua hadiah Hamid kepadanya, yakni gelas kaca bening beraksara Arab dan sebuah baju kaos tanpa kerah.
“Saya keramatkan dua benda ini sebagai kenang-kenangan terindah dari sosok putra daerah Kalbar yang luar biasa reputasinya,” katanya penuh aksentuasi menjelang diterbitkannya buku biografi politik Sultan Hamid II. FGD ini ajang cek silang data dan fakta yang saya, Anshari dan Turiman tuliskan.
