Opini

Sultan Hamid Pengkhianat atau Pahlawan? Kesaksian Seorang Wartawan

Sultan Hamid Pengkhianat atau Pahlawan? Kesaksian Seorang Wartawan

Dari buku ini saya amat sangat sadar, bahwa pernyataan Prof Dr AM Hendropriyono yang juga dibuzz oleh Denny Siregar hingga Permadi Arya tidak ada yang baru. Sebab Sultan Hamid sendiri konkret menyatakannya. “Saja dimaki-maki, ditjertja, diedjek sebagai pengkhianat negara…”

Karena tidak ada yang baru tidaklah kaget dan tidaklah naik darah demi mendengar suara Permadi Arya yang nadanya tinggi nyaris mencak-mencak. Justru teks di bawah mereka yang cuat-cuit bahwa Hamid adalah pengkhianat negara, tidak layak jadi Pahlawan Nasional makin menambah rusak akhlak kita sebagai anak-anak bangsa Indonesia kalau membaca tanpa cross-check data penelitian sejarah yang lurus-selurus-lurusnya.

Membaca komen miring, saya bergumam, agaknya kita macam kurang bersyukur bahwa ada peranan Hamid yang signifikan bagi kemerdekaan Indonesia, yakni pengakuan kedaulatan, pengakuan kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 melalui perannya sebagai Ketua BFO di KMB serta serangkaian perjanjian 1945-1949. Lebih tepatnya ketika para tokoh nasional lainnya tidak berdaya.