Opini

Sultan Hamid Pengkhianat atau Pahlawan? Kesaksian Seorang Wartawan

Sultan Hamid Pengkhianat atau Pahlawan? Kesaksian Seorang Wartawan

Kami bertiga bergegas pulang ke Gedung Rektorat Untan. Lapor dengan Kepala Humas, Drs Suryadi Suwinangun. Dan dari Beliau kabar menyebar sampai ke Rektor, Prof H Mahmud Akil, SH. Rektor pun terkejut dan memanggil kami. Cross check copy dokumen dari almarhum yang tak lain dan tak bukan selain juru dakwah adalah kolektor barang-barang bersejarah. Asfiyah Mahyus juga adalah sohib ayah saya yang bekerja di Departemen Agama, dan Beliau, Pak Asfiyah ahli pantun. Kalau berceramah tak akan bosan, karena pantunnya sambung menyambung dari yang keras, sampai lucu dan kocak. Gigi serinya renggang-renggang. Orangnya humoris. Wafat mendadak setelah bersikeras melakukan pameran benda bersejarah dan hendak mewujudkan Museum Peradaban Islam Pontianak. Niat hebat Beliau yang sampai kini tak ada penerusnya…

Satu pantun yang khas darinya saya masih ingat: Bukan kurma sembarang kurma, ini semua kurma madinah, bukan ceramah sembarang ceramah, ini ceramah semua bernilai ibadah. Hadirin pun tersenyum senang dibuatkannya. Alfatihah.

Baca Juga:Hari Bumi


Syafaruddin Usman anak muda pecinta sejarah. Kini dia menjadi Ketua DHD 45 di Kalimantan Barat. Ia berhubungan dekat dengan Prof Dr Anhar Gonggong, Asvi Warman Adam, Fadli Zon dll. Dia orang hebat, narasumber sejarah di Kalimantan Barat yang ia warisi dari para tokoh DHD 45 sebelum-sebelumnya. Kami berkawan. Akrab.