Tersebut di halaman 151: foto perjalanan sejarah SH-II. H-152: Disajikan fakta bahwa Sultan Syarif Muhammad Alkadrie, Sultan Ke-VI Kesultanan Pontianak adalah ayahanda SH-II yang wafat atas kekejaman Jepang. Di foto ini jelas tersirat bahwa SH-II putra seorang pejuang.
Peristiwa penangkapan Sultan Muhammad oleh Jepang pada tahun 1944 sebelum Hamid menjadi Mayjen dan ajudan ratu Wilhelmina. Pada 1944 juga Kerajaan Pontianak eksis sebagai tata pemerintahan merdeka. Ia tidak tunduk kepada siapa-siapa di Jakarta, Jawa atau mana-mana daerah Nusantara. Hubungan kerjasamanya meliputi Malaysia, Singapura, China, Arab hingga Eropa. Sejarah besar berada di belakangnya.
Sultan Muhammad sebagaimana sultan lainnya di Nusantara juga sebagian besar bisa bekerjasama erat dengan Belanda.
Sultan Muhammad mereformasi baju kebesaran kerajaan ala Eropa. Termaksud pesan di dalamnya bahwa perubahan itu penting. Namun dia juga memajukan pendidikan, sosial, ekonomi, hingga politik. Untuk inilah dia dianggap mengancam kepentingan Jepang yang membuat Belanda menyerah tanpa sarat.
