Opini

Benarkah Sultan Hamid Tidak Patriotis lantaran jadi Ajudan Ratu Wilhelmina?

Benarkah Sultan Hamid Tidak Patriotis lantaran jadi Ajudan Ratu Wilhelmina?

Prof Anhar menyambut dengan ramah. Di sini pointnya. Saya terkesan dengan komunikasi pertama antara saya dan Prof Anhar. Dia kasih saya alamat rumahnya dan minta buku biografi yang hendak dibedah diantarkan ke kediamannya sehingga sempat dia baca.

Singkat kata singkat cerita, saya pun datang ke kediamannya menggunakan taksi. Maklum tahun 2011 belum ada Gojek, Uber atau sejenisnya.

Sesampainya di rumah, saya diterima dengan anggun. Beliau berkaos dan kain sarung. Ibarat bapak ketemu dengan anaknya. Saya diterima di sebuah rumah yang amat sangat sederhana untuk ukuran seorang guru besar, di Universitas Indonesia pula. Dalam pandang mata saya, rumah Prof Anhar adalah rumah orang Indonesia kebanyakan, dan pokoknya saya kagum karena pemilik nama besar bidang sejarah ini tipikal amat sangat sederhana.

“Dia pembicara yang bagus. Independen. Keras. Tegas. Kritis,” begitu penilaian Komjen Jusuf Manggabarani. Saya mengiyakan dalam hati sebab saya melihat dengan mata kepala sendiri setelah berinteraksi dengannya soal buku biografi.

Peluncuran buku Jusuf Manggabarani Cahaya Bhayangkara berlangsung meriah di Auditorium Puri Kencana, Grand Sahid Jaya, kawasan Jalan Jenderal Soedirman, Jakarta. Malam hari yang cerah. Prof Anhar Gonggong tampil mengenakan jas cokelat dengan rambut panjangnya tergerai sebahu. Saya satu meja jamuan makan dengannya…