Foto-foto selanjutnya justru kita berdecak kagum bagaimana akrabnya Sultan Hamid II dengan Bung Karno. Menatap wajah Pangeran Diponegoro bersama-sama, duduk bercengkrama dengan Sultan HB-IX membicarakan masa depan dua daerah istimewa dst dsb. Foto-foto yang terkait satu sama lainnya yang kesimpulannya amat jauh dari klaim sepihak bahwa SH-II adalah tidak patriotis.
Saya wartawan, saya memang bukan guru di depan kelas yang mengajar murid-murid sejarah an sich, tetapi UU Pers No 40 Tahun 1999 menyebutkan pers Indonesia menyampaikan informasi, edukasi dan kontrol sosial. Jadi, saya dalam konteks viral VC/webinar Prof Dr Anhar Gonggong hanyalah menyampaikan informasi yang saya tahu karena saya terlibat di dalam pengajuan Sultan Hamid II Pahlawan Nasional, turut menulis buku biografi politik Sultan Hamid II Perancang Lambang Negara (bersama Anshari Dimyati dan Turiman Faturahman Nur), dan turut menjadi moderator saat jumpa pers menjawab segala tudingan Prof Dr AM Hendropriyono, Saribento-Museum Kalbar, Minggu (13/6/20).
