Opini

Benarkah Sultan Hamid Tidak Patriotis lantaran jadi Ajudan Ratu Wilhelmina?

Benarkah Sultan Hamid Tidak Patriotis lantaran jadi Ajudan Ratu Wilhelmina?

Di masa Hamid menjadi Sultan ke-VII di Pontianak dia mulai belajar ilmu politik pemerintahan. Sebab sebelumnya dia benar-benar tentara tulen, cita-citanya menjadi insan militer yang cakap. Tetapi sejarah berkata lain, dia harus tampil memimpin rakyat satu kesultanan. Kemudian bertumbuh se-Kalimantan Barat via lahirnya Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) gabungan daerah-daerah swapraja.
Untuk itulah foto-foto lampiran lainnya bercerita tentang kunjungan kerja Hamid ke daerah-daerah dan luar negeri dalam rangka belajar. Hamid belajar tentang pengelolaan kopra hingga pengolahan kulit buaya. Ia juga ke daerah-daerah menyerap aspirasi sehingga berdirilah Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB/1947). Kelak melalui DIKB inilah Hamid mulai dikenal di pentas nasional dengan para raja lainnya di Nusantara.

Di sana pula nasionalismenya semakin tertanam. Adapun posisi dirinya sebagai Ajudan Khusus Ratu justru digunakannya untuk kepentingan kemerdekaan Indonesia. Lihat foto hal 166: Sultan Hamid II Sang Diplomat cerdas asal Pontianak – Kalbar tiba di Negeri Belanda mewakili BFO membujuk Ratu Juliana untuk menyelesaikan masalah RI dengan Pemerintahan Negeri Belanda karena SH-II sebagai Wakil Mahkota Hindia Belanda tahun 1949 dimanfaatkannya untuk kepentingan diplomasi Indonesia merdeka dan berdaulat.