Apa salahnya pertemuan mereka saat itu? Hamid menguasai 6 bahasa. Termasuk Bahasa Belanda. Untuk saling sapa tidak ada salahnya.
Hamid tidak sependapat dengan Westerling untuk over komando untuk memberontak dengan alibi mendukung Negara Pasundan. Hamid memiliki syarat yang jelas sebagai aparat militer yang paham hukum dan UU. Hamid bertanya soal dana, atau anggaran, soal kesatuan dan kekuatan dst dsb yang sesuai norma hukum maupun UU, sebab dia adalah menteri negara RIS. Karena tidak ada titik temu pikiran keduanya, Westerling bertindak tunggal dalam kasus Pemberontakan APRA di Bandung. 1950. Hamid pun di saat pemberontakan terjadi di Bandung sedang berada di Kalbar bersama Moh Hatta dalam meninjau pabrik kopra. Kalbar saat itu sedang banjir buah kelapa, buah tata kota yang dikembangkan sultan-sultan sebelum Hamid. Yakni masa Sultan Muhammad ayahnya, dan kakeknya, di mana didatangkan petani dari Sulawesi Selatan yang menguasai perkelapaan di Kakap hingga Wajok. Semua sampai kini masih produktif dengan kelapa, bahkan kopi, pisang dll.
