
Heroisme Hamid dapat disimak melalui pidatonya bersama Moh Hatta menjelang KMB di Den Haag, 17-8-1949. Yakni ketika Hamid dan Hatta bersua para mahasiswa yang belajar di Belanda sekaligus pihak Belanda yang pro-kemerdekaan Indonesia.
Hamid menyerukan agar mahasiswa Indonesia segera kembali ke Tanah Air setelah selesai studi untuk membangun Negara Proklamasi. Transkrip pidato Hamid dan Hatta itu berhamburan di kanal YouTube maupun media sosial kini. Tinggal klik, publik bisa menyimak rasa nasionalisme dan kecintaan Hamid kepada Indonesia. Ia pejuang kemerdekaan Indonesia di arena diplomasi. Ia diplomat ulung yang dimiliki Indonesia saat itu.
Melalui rekaman itu dapatlah disimak dengan pikiran yang sehat, sehingga kita semua bisa menghapus memori dogmatis bahwa Hamid itu tidak nasionalis bahkan kebelanda-belandaan–apalagi frasa pengkhianat negara. Kebelanda-belandaan dari mana? Apakah karena dia tentara Hindia Belanda atau KNIL? Banyak tokoh pahlawan nasional bekerja sebagai KNIL saat itu. Lihat ada Jenderal AH Nasution. Lihat ada TB Simatupang. Lihat ada Edwin Kawilarang. Lihat ada Jenderal Oerip Soemohardjo. Bahkan lihat ada Jenderal Besar Soedirman.
