
Sumir. Kelabu. Tidak jelas secara pidana. Namun karir politik Sultan Hamid praktis terkubur. Dan oleh sejumlah pihak (baca oknum) yang tidak memahami sejarah secara konferehensif terus menerus menuduhnya sebagai pengkhianat negara…Inilah yang oleh Yayasan Sultan Hamid disebut sebagai peradilan politik. Kejam. Sebab fitnah menurut agama jauh lebih kejam daripada pembunuhan. Ya. Pembunuhan karakter. Character assasination kepada Hamid yang karir politiknya sedang bersinar terang. Sekali lagi tentang mider darder Westerling, kenapa kekuatan militer negara tidak sanggup menangkapnya sehingga mudah saja lolos ke luar negeri? Tidakkah ini seperti didesain sedemikian rupa dengan sasaran sesungguhnya hanya ingin mengakhiri karir Sultan Hamid? Kenapa pula Westerling tidak diadili sebagaipenjahat perang di Mahkamah Internasional oleh Indonesia? Sesuatu yang aneh, peradilan hanya menyasar seseorang yang tidak terlibat pemberontakan Westerling. Hal yang sama tidak dilakukan untuk mengadili Westerling di Peristiwa Sulsel, 1946 dengan ribuan korban rakyat jelata.
***
