Opini

Menetaskan “Telur” Garuda: Solusi Mengatasi Radikalisme dan Terorisme di Indonesia

Menetaskan “Telur” Garuda: Solusi Mengatasi Radikalisme dan Terorisme di Indonesia
Pembukaan Pameran Lambang Negara dengan pemutaran film dokumenter produksi MKAA di Gedung Pancasila, tahun 2012


Oleh: Nur Iskandar

Tidak banyak orang tahu dan mahu tahu tentang kearifan-kearifan lokal yang telah diserap ke dalam lambang negara Elang Rajawali Garuda Pancasila. Padahal di sana telah terkandung idiologi sebagai falsafah berdirinya Republik Indonesia. Digali dari nilai-nilai luhur budaya bangsa. Jika kearifan kearifan lokal ini diketahui, dipahami dan diamalkan, akan aman-tenteram, makmur-sejahtera Nusantara. Garuda telah menjadi perekat utama bangsa kita.

Indonesia akan aman dari segala ancaman maupun tantangan, baik dalam bentuk radikalisme maupun terorisme. Demikian karena terwujud suatu sistem pertahanan keamanan secara semesta, dengan seluruh kekuatan rakyat sebagai intinya. Garuda telah terbukti Cakti. Telah diuji kedigdayaannya oleh berbagai huru-hara.

Pelaku bom bunuh diri yang menyeruak di kalangan remaja, pemuda, bahkan perempuan akibat ketidak-mengertiannya akhir-akhir ini di Indonesia, adalah akibat terjauhkan dari sejarah bangsanya sendiri, sehingga menjadi korban indoktrinisasi ataupun dogmatisasi. Jika “telur” Garuda bisa ditetaskan, pasti radikalisme dan terorisme bisa diantisipasi, bahkan sedapat mungkin dinihilisasi. Stop korban kekerasan atas nama apapun. Termasuk atas nama agama.