Pertemuan dengan kajian kearifan lokal lambang negara dilakukan di halaman dapur redaksi Teraju.Id. Dimulai pukul 19.30 berakhir menjelang dini hari pukul 00.00 WIB.
Seru dan asyik sekali menyelami Bapak Bangsa, ‘founding fathers’ Indonesia merumuskan lambang negara yang hingga kini menghiasi kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.
Seluruh lembaga negara menggunakan lambang Garuda Pancasila. Begitu di Setneg, Kemenlu, KPK, bahkan BNPT. Namun sayang seribu sayang kurang ditangkap pesan kearifan lokal di dalamnya yang sangat kaya dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, warisan budaya leluhur Bumi Nusantara.
Menteri Penerangan Republik Indonesia Serikat Prijono menyelenggarakan lomba desain lencana negara setelah 5 tahun Indonesia merdeka, namun tidak memiliki lambang negara. Adapun bendera merah putih telah disepakati sejak pra-kemerdekaan. Begitupula dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya telah mewarnai perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Sejak Sumpah Pemuda, 1928.
Dari ratusan naskah yang diterima Menpen Prijono ada dua lambang negara yang diterima sebagai jawara. Kedua naskah itu adalah rancangan tangan Prof Dr Muhammad Yamin dan Mayjen KNIL Sultan Hamid II Alkadrie.
