Opini

Menetaskan “Telur” Garuda: Solusi Mengatasi Radikalisme dan Terorisme di Indonesia

Menetaskan “Telur” Garuda: Solusi Mengatasi Radikalisme dan Terorisme di Indonesia
Pembukaan Pameran Lambang Negara dengan pemutaran film dokumenter produksi MKAA di Gedung Pancasila, tahun 2012

Demikianlah djawaban saja atas pertanjaan Saudara Solichin Salam dan semoga mendjadi pendjelasan jang objektif mendjawab surat Saudara. Jikalau kurang djelas, harap Saudara berkundjung ke kediaman saja kembali setiap saat, terimakasih atas hal yang sudah dipertanjakan kepada saja mendjadikan sesuatu jang bermanfaat bagi bangsa jang ditjintai oleh kita.” Djakarta, 15 April 1967. Ttd Hamid. Disalin kembali sesuai aslinya oleh Sekretaris Pribadi Sultan Hamid II, tanggal 1 Djuni 1971, oleh Max Jusuf Alqadrie (Cucu dan Sekretaris Pribadi Sultan Hamid II–pada naskah ini disampaikan yang sesuai konteks kearifan-kearifan lokal dari tampilan Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila, pen).


Sebagai wartawan terus terang saya puas dari penjelasan Sultan Hamid atas pertanyaan Solichin Salam terutama menyangkut kearifan-kearifan lokal yang bersifat universal sehingga menjadi sistem imunitas semesta Nusantara. Tidak ada yang disembunyikan. Semuanya terverifikasi dan terkonfirmasi menjawab masalah kekinian. Tak terkecuali isu radikal-terorisme.