in

Prodi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana IAIN Pontianak Bahas Pendidikan Ahlak

pendidikan ahlak iain ptrk

Teraju News Network – Pascasarjana IAIN Pontianak kembali menyuguhkan kajian akademik untuk kesekian kalinya. Pada sesi ke 3 di bulan Ramadhan ini, prodi Pendidikan Agama Islam akan mengadakan Diskusi Virtual Nasional membahas Pendekatan Multidisiplin Pendidikan Akhlak Dalam Momentum Bulan Ramadhan tahun 2021. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Senin, 26 April 2021 melalui zoom meeting ID 985 0090 9616, Password: PASCA.

Kaprodi MPAI Dr. Sukino menjelaskan bahwa Diskusi Virtual ini merupakan kerja sama dengan Universitas Wahid Hasyim Semarang, dan IAIN Salatiga. Insyaallah dalam edisi kali ini akan menampilkan nara sumber terkemuka Prof. Dr. Muzakkir Ali, MA dari Universitas Wahid Hasyim Semarang, Dr. Hermansyah Dosen Pascasarjana IAIN Pontianak serta Dr. Ahmad Maimun dari IAIN Salatiga. Giat ini akan diikuti oleh mahasiswa Pascasarjana dan seluruh civitas akademika IAIN Pontianak, Mahasiswa dari Universitas Wahid Hasyim dan IAIN Salatiga, para guru, pemerhati pendidikan dan masyarakat umum.

Lebih lanjut dijelaskan Dr. Sukino, Alhamdulillah Program Studi S2 PAI barusan memperoleh sertifikat Akreditasi B, berdasarkan Keputusan BAN PT Nomor: 2081/SK/BAN-PT/Akred/M/IV/201 (berlaku 14 April 2021-14 April 2026). Dengan pengakuan BAN PT ini terkait kualitas S2 PAI, penting untuk menjaga dan merawat budaya literasi, berdiskusi di kalangan dosen dan mahasiswa untuk mengasah dan mengupdate peristiwa Pendidikan nasional maupun internasional. Kegiatan ini merupakan salah satu point yang berkontribusi di dalam penilaian borang akreditasi. (rilis)

Baca Juga:  ACT Laksanakan Pelatihan Sertifikasi Pengemudi Angkutan Barang Berbahaya (Dangerous Goods Training For Driver)

Written by teraju.id

hari buku sedunia

23 April, Hari Buku Sedunia: Memperingati Khasanah Global Membumikan Karya Lokal Di Rumah Sendiri

IMG 20210426 WA0010

Prodi MES Pascsarjana IAIN Pontianak Gelar Diskusi Virtual Nasional “Investasi Syariah”